Kita masuk ke dalam bagian ketiga mengenai penghasilan yang bisa didapatkan walaupun menjadi ibu rumah tangga, alias side income atau penghasilan tambahan tanpa modal ataupun misalnya ada modal pun hanya sedikit. Salah satu pekerjaan sampingan yang sedang aku jalankan sambil menjalankan tugas utama sebagai IRT adalah menjadi affiliate.

Sistem affiliate

Gambar 1. Mekanisme Sistem Afiliasi (Sumber : https://buzzup.id)

Sistem afiliasi adalah sistem bisnis online dengan menjualkan produk atau jasa orang lain tanpa syarat apapun, dimana Anda hanya diwajibkan mendaftar tanpa perlu membeli atau memiliki produk atau jasa yang kan kita tawarkan.

Nah dari definisinya pun kelihatan kita tidak perlu mengeluarkan modal awal, gampangnya kita bertugas untuk memasarkan produk-produk tersebut. Pemasarannya pun bisa menggunakan berbagai macam media:

1. Blog

2. Youtube

3. Social Media : Instagram, Facebook, Tiktok, dan lainnya

Untuk trik-trik pemasarannya bisa melihat di youtube ya, banyak banget yang udah lebih expert yang menjelaskan. Aku disini share dari perspektif aku sendiri dimana masih pemula.

Ada dua program afiliasi saat ini yang sedang aku jalankan, yang lokal dan internasional.


A. Afiliasi Lokal: Accesstrade

ACCESSTRADE dibawah Interspace Group adalah sebuah platform afiliasi asal Jepang yang sudah berdiri sejak tahun 1999 dan tahun 2013 hadir di Indonesia. ACCESSTRADE menawarkan kesempatan mendapatkan penghasilan bagi para pemilik blog/website, memberikan sistem promosi digital yang efektif dan efisien untuk para pemilik produk.

Di platform ini untuk publisher yang sudah mendaftar, bisa memilih perusahaan mana yang akan dipasarkan oleh kita. Tahapannya sebagai berikut:


1. Mendaftar sebagai publisher

Untuk pendaftaran tidak ada biaya apapun ya. Bisa klik link ini untuk mendaftar -->

https://publisher.accesstrade.co.id/#/sign-up?country=id&referral_id=yufEH7BSEaRVOZsQ431%2B%2Bg%3D%3D


2. Mendaftar ke campaign yang akan dipasarkan.

Di Accesstrade ini banyak campaign dari perusahaan yang bisa kita daftar dan ikuti, misalnya shoppee affiliate, BliBli, Mothercare, Tiket.com, dan banyak perusahaan lainnya.

Untuk cara daftarnya bisa dilihat di video berikut ya.

Video: Tutorial Daftar Campaign

3. Jika diapprove oleh campaign perusahaan yang kita daftar, maka kita bisa menjalankan akan diberikan link dari campaign tersebut yang dapat kita sebarkan ke rekan atau umum, tergantung kita akan memasarkannya via media apa yang sudah kita daftarkan pada saat menjadi publisher atau social media lainnya.


B. Afiliasi Internasional: Clickbank

Clickbank adalah suatu portal/marketplace produk-produk digital seperti ebook, software, tutorial, course dan produk digital lainnya. Clickbank didirikan tahun 1998 yang berkantor di Broomfield, Colorado dan Boise, Idaho. Disini jika sudah mendaftar sebagai affiliate, kita bisa memilih ingin memasarkan produk yang mana. Dan pasarnya pun bukan hanya di Indonesia tapi internasional.

Gambar 1. Tampilan Layar Affiliate Clickbank

Di Clickbank sendiri tersedia berbagai macam produk selain yang bisa kita tawarkan, namun juga bisa kita gunakan untuk menunjang peran kita sebagai affiliate. Misalnya adalah produk 12minutesaffiliate ini.

Nah misalnya kita sudah berhasil memasarkan produk dari Clickbank ini, kemudian ada yang berhasil membeli, berarti kita menerima komisinya. Komisi tersebut akan dibayarkan ke akun kita. Karena kita di Indonesia, jika kita ingin menjadi affiliate dari Clickbank maka harus membuka account di Payoneer. Nanti dari Payoneer baru di-link ke rekening bank kita di Indonesia. Kenapa ga Paypal? Karena Paypal tidak bisa digunakan untuk affiliate dari Indonesia, lebih tepatnya gada pilihannya, yang ada payoneer ini.


Kesimpulan

Sekarang masuk ke bagian kesimpulan dan pendapat saya ya. Saya baru menjalankan bisnis affiliate ini selama 2 bulan-an, jadi bisa terbilang masih baru dan masih belajar banget, jadi masih ngulik-ngulik dan mencari cara untuk menjalankan bisnis afiliasi ini. 

Cara belajarnya lewat mana? Lewat youtube dan instagram. 

Apa mungkin bisa mendapatkan penghasilan sebagai affiliate? Jawabannya bisa banget. Karena banyak di luar sana yang sudah menjalankannya dan bisa dapat. Yang penting jangan menyerah dan harus kreatif. InsyaAllah semua ada jalannya...

Bisnis ini menyenangkan kok. Karena bisa dikerjakan dimana saja, dan saat kita menemukan celahnya bisa menjadi passive income.

Jadiiii.. semangaat mencoba! 




View Post
Pada bulan Desember 2021 yang lalu, anak-anak ingin bermain di playground. Karena di bulan tersebut masih pandemi jadi agak ngeri-ngeri bawa anak-anak main di playground indoor apalagi kalau masih belum jelas tindakan sanitasi dan kebersihan dari area playground indoor nya.
Kebetulan, di dekat rumah baru dibuka Aeon Mall. Daan pada bulan tersebut Kidzoona juga baru dibuka. Jadinya tertarik donk untuk mencoba main disana, karena yakin semuanya masih baru dan terawat.
Gambar 1. Salah satu role play area di Kidzoona


Akhirnya pada hari Jumat, dimana Kakak Q sudah masuk periode liburan akhir kami main ke sana. Kami tiba di lokasi sekitar jam 10.30 supaya tidak terlalu ramai. Pada saat kami tiba di lokasi, kondisinya sudah ada yang mengantri walaupun belum banyak yang bermain di dalam Kidzoona nya. Untuk harga Kidzoona nya sendiri seperti di bawah ini yaa....
Gambar 2. Harga Kidzoona. (harga mungkin berubah tergantung kebijakan perusahaan)


Pada saat kami kesana, sehubungan dengan periode liburan semester jadi walaupun hari Jumat terhitung sebagai harga weekend. Dan kami mengambil paket yang 2 jam supaya puas mainnya. Oh iya harga tersebut sudah termasuk 1 orang pendamping ya... Untuk tambahan pendamping ada harganya sendiri, 30 ribu kalau ga salah inget. Dan saat memasuki lokasi harus menggunakan kaos kaki. Kalau misalnya ga bawa, gapapa, bisa beli disana. Untuk harga mohon maaf tidak tahu, karena kami sudah membawa kaos kaki sendiri. Oh iya, sedangkan untuk bayi di bawah 1 tahun masih masuk gratis ya dan ada area mainnya sendiri.
Setelah membeli tiket masuk, untuk anak-anak diberikan gelang kertas sebagai identifikasinya dan yang dewasa akan diberikan kalung kunci akses ke loker untuk menaruh barang-barang dan sepatu. Loker disiapkan di sebelah kanan saat memasuki area Kidzoona. Dan di bagian tengah disediakan semacam ruang tunggu kecil bagi orang tua yang menunggu anak-anaknya bermain.
Arena permainannya sendiri sama seperti Kidzoona yang lain; ada area untuk baby di bawah 1 tahun, area roleplaying, area mandi bola, wall climbing, dan lainnya lagi. Untuk lebih jelasnya bisa melihat di video di bawah ini. 😁

Video: Arena permainan Kidzoona Aeon Mall Tanjung Barat

Di Kidzoona Aeon Mall Tanjung Barat ini, ada periode dimana staff nya akan merapihkan dan membersihkan area bermain anak untuk memastikan kebersihan dan kerapihan dari lokasi. Untuk periodenya berapa menit sekali saya tidak terlalu memperhatikan, tapi dari 2 jam kami bermain disana ada 4 kali di area yang berbeda ada staf yang sedang merapihkan dan membersihkan. Oh iya, dan karena sedang pandemi, dari pihak Kidzoona tidak menyedikan kostum untuk digunakan oleh anak-anak ya.. Dan untuk setiap area role playing dibatasi 2 anak yang boleh bermain.
Kemudian jika sudah waktunya habis, maka akan dipanggil oleh pihak Kidzoona nya, dan misalnya jika sudah dipanggil namun tidak keluar-keluar, maka akan dikenakan charge tambahan sekitar Rp. 50.000 / jam. 
Review saya setelah bermain di Kidzoona Aeon Mall Tanjung Barat adalah tempatnya luas dan bersih. Peralatan dan perlengkapan bermainnya pun lengkap. Untuk ragam dan variasi mainannya sama saja seperti Kidzoona yang lain. Jadi puas banget untuk anak-anak main disini. Sebenarnya 2 jam itu masih kurang untuk ade D, jadi next time kami akan bermain kesana lagi.

Selamat bermaiiin.  😊




View Post

Jadi bulan Desember 2021 yang lalu, setelah menginap di Hotel Sheraton, kami pindah ke Hotel Melia Purosani. Hotel ini terletak di pusat kota Yogyakarta, tidak jauh dari Malioboro. Pada saat kami baru sampai tampak dari luar hotel ini terkesan hotel lama. Tapi saat kami masuk ke dalamnya apalagi ke kamar, pendapat kami langsung berubah. Nanti akan diceritakan di bagian selanjutnya ya..

Kami memilih kamar The Level - Type Deluxe karena satu-satunya kamar yang tersedia pada saat kami akan book karena pada weekend tersebut sangat ramai hotelnya. Proses check in tidak lama, termasuk cepat walaupun kondisi sedang ramai. 


Gambar 1. Lobi Hotel (Sumber : Agoda)

Kamar kami terletak di lantai 6, khusus untuk semua tipe kamar The Level. Oh iya sebagai informasi, untuk dapat mengakses setiap lantai harus menggunakan kartu kamar ya. Pada saat perjalanan menuju ke kamar, kami melewati executive lounge yang diperuntukkan khusus untuk customer The Level. Di executive lounge ini setiap jam 17.00 sampai 19.00 akan ada Tea Time. Paket Tea Time ini sudah termasuk di dalam paket kamar, jadi tidak ada tambahan biaya lagi ya, bisa makan sepuasnya dan bisa memesan teh atau kopi yang dinginkan.

Sesampainya di kamar, kami langsung dibuat terkesan dengan kamarnya. Kamarnya sangat bagus dan modern. Kamarnya tidak menggunakan slot kartu untuk mengaktifkan listrik, tapi menggunakan sensor yang ada di kartunya. Pemandangan kamarnya menghadap ke kota. Jendela kamarnya dapat dibuka jika menginginkan pergantian udara, dimana hal ini bagus untuk sirkulasi. Untuk kamar mandinya terdapat shower box dan bathtub yang terpisah. Dan satu hal yang membedakan dari type deluxe yang biasa adalah, pada semua tipe kamar The Level terdapat mesin kopi Dolce Gusto loh. Bagi pecinta kopi pasti seneng banget. Tampilan kamarnya bisa dilihat di video berikut ya.

Vid: Tampilan kamar The Level - Deluxe Type

Sore harinya kami mengunjungi Executive Lounge untuk menikmati sajian tea time yang sudah termasuk fasilitas kamar di The Level. Pada saat memasuki lounge nya disambut oleh salah satu staf, seperti saat akan memasuki breakfast akan ditanya nomor kamar, kemudian ditanya ingin meminum apa, teh atau kopi. Jika ingin spesifik kopi akan dibuatkan. Pelayanannya ramah sekali, anak-anak bahkan ditanya ingin susu atau minuman lainnya. Setelah membuat pesanan, kami menuju ke tempat disajikannya canape. Menu canape nya bervariasi walaupun tidak banyak dan rasanya pun enak. Anak-anak pun suka.

Gambar 2. Executive Lounge (sumber: https://www.melia.com)

Setelah menikmati tea time, kami kembali ke kamar. Untuk malam itu kami tidak memesan makanan ataupun pergi keluar karena dalam perjalanan ke hotel kami sudah makan terlebih dahulu. Jadi kami menikmati kamar hotel saja. Malamnya, pada saat akan tidur malam, Kakak Q tidur di sofa karena sofanya panjang dan cukup untuk dy tidur. Hal ini membantu jadi tidak perlu memesan extra bed.

Pada pagi hari sebenarnya kami berniat untuk berenang di kolam renang. Namun ternyata kolam renangnya ramai, jadinya kami tidak jadi berenang dan langsung menuju ke playground kecil yang disediakan oleh pihak hotel.

Gambar 3. Jungkat Jungkit



Gambar 4. Ayunan

Setelah bermain, kami pun ke tempat breakfast yang lokasinya dekat dengan area playground anak. Menu breakfastnya bervariasi dari menu lokal, menu western, mie, sushi (walaupun hanya 1 macam), dan beberapa makanan lainnya. Rasanya pun enak. Kemudian, di masa pandemi ini untuk mengambil makanan disiapkan sarung tangan plastik untuk menjamin higienitas dari makanan tersebut.

Sayangnya kami hanya menginap 1 malam di hotel ini karena pada hari Senin ayahnya anak-anak sudah mulai kerja lagi dan ada meeting.

Jadi... hasil review selama menginap 1 malam di hotel Melia Purosani ini sangat berkesan. So far, belum ada keluhan ataupun kelemahan dari fasilitas ataupun pelayanan dari hotel ini. 

Pertanyaannya apakah kami akan kembali ke hotel ini lagi? Jawabannya Iyaa donk. Mungkin untuk next nya kami ingin mencoba junior suite nya, karena dari gambar yang ditunjukkan di website hotel tersebut terlihat bagus dan membuat penasaran.

Kalau ingin menginap disana, bisa dipesan melalui Agoda ya.. Di Agoda ada banyak promo dan misalnya ada urgensi mendadak yang harus membatalkan, di Agoda ada free cancellation.


Hotel MeliΓ  Purosani Yogyakarta
Jl. Mayor Suryotomo No.31, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122






 


View Post
Kali ini aku mau share pengalaman aku untuk mendapatkan pendapatan tambahan sebagai Ibu Rumah Tangga. Berbeda dengan part 1 dimana aku memulai bisnis kecil-kecilan, side job kedua yang aku lakukan adalah bergabung dengan HDI.

HDI apa sih?

Gampangnya ini. Tau clover honey? Clover honey itu madu yang naik daun saat puncak pandemi di tahun 2020 yang lalu karena manfaatnya yang mempercepat kesembuhan bagi penderita Covid -19. Nah HDI ini adalah perusahaan yang menjual produk clover honey tersebut < https://www.hdindonesia.com/>. Produk-produk yang dijual bukan hanya madu ya, tapi berbagai macam hal yang sumbernya dari perlebahan yang kita sudah mengetahui dari jaman dahulu manfaat dari madu dan produk-produk lebah itu banyak banget. 



Nah awal mula aku mau join usaha ini karena mau mempunyai penghasilan sebagai Ibu Rumah Tangga, yang ga perlu modal dan minim risiko. Pokonya aku gamau rugi. Kalau ada usaha yang model kaya gitusemuanya aku coba jalanin sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Nah diketemukanlah sama HDI ini, pas awal aku mau bergabung itu dikenalkan ke temannya ade ku yang bungsu. Hal yang awal dy jelaskan adalah sebagai member kita bisa berperan sebagai :
1. Member saja, dimana kita bisa membeli produk-produk HDI tapi dengan harga member atau 
2. Entrepriser, 
  • dimana kita bisa membeli dengan harga member, menjadi reseller dengan menjual produk-produk HDI, serta mendapatkan profit hasil penjualan tersebut sekaligus mendapatkan bonus jika mencapai target poin yang telah ditetapkan, atau 
  • menjadi reseller dan mengembangkan networking.
Setelah dijelaskan mengenai hal-hal tersebut, aku setuju bergabung dengan salah satu alasan adalah produk HDI itu sudah terkenal dan memang sudah terbukti. Dan upline aku alias temennya ade ku yang bungsu memberikan list training yang sebaiknya aku ikutin. Nah awalnya aku hanya berniat jadi reseller jadinya malas-malasan ikutan training. Hahaha.. Sok tau banget deh aku waktu awal-awal, pokonya jalan aja.. Dan upline ku membiarkan metodenya terserah dan senyamannya aku aja, tapi kalau aku ada yang kebingungan atau yang perlu ditanyakan, upline aku tuh baiiik banget. Mau jawab dan nanggepin pertanyaan-pertanyaan aku. Dy bantu jelasin pentingnya downline gimana sebagai rekan kerja yang akan membantu kita. Terus pas aku udah mencapai target poin, dy ngajarin bahwa baiknya sharing dengan downline misalnya aku dapat konsumen nanti dimasukkin nama downline. Jadi downline kita dapat bonus, kita juga dapat bonus tambahan juga.. Pokonya diajarkan untuk peduli sama sesama dan pentingnya kerjasama. Sebenarnya sama kaya kerja di kantor. Harus peduli dengan rekan kerja kalau kita mau maju harus maju bersama. Ga bisa kerja sendiri.

Dan jreeng.. beneran pas saat waktu 'gajian' aku dapat bonus lumayan banget. Walopun belum gede, tapi segitu aja udah lumayan. Aku bahagia 😍😍dapat penghasilan sendiri setelah sekian lama di rumah.

Pas kaya gtu,, aku semakin penasaran dengan program network marketing HDI doonk.. Aku mulai tanya mendetail soal network marketing di HDI tuh gimana sih, trus dy mulai jelasin dan ngarahin untuk ikutin training-training supaya lebih jelas lagi. Upline ku juga ngenalin aku ke sponsor/ upline nya dy. Jadi kalau kaya di kantor tuh bosnya bos. Tapi bedanya di HDI kita tuh saling support banget, gada tuh nyuruh-nyuruh. Kalau misalnya kebingungan, bisa dibantu penyelesaiannya atau diberikan solusi sama upline dan rekan-rekan kitaa... Prinsip nya adalah : if you want to be helped, then let us help you. πŸ’—πŸ’—

Daan saat memasuki bulan kedua di HDI, datanglah salah satu berita menggembirakan,, yaituuu struktur bisnis networking HDI itu sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI looh! Tambah merasa semangat buat ngejalanin bisnis iniii.. 

Buat yang tertarik dan pengen tanya-tanya soal HDI ini baik dari segi produk dan bisnisnya bisa kontak ke instagram ku di @yanadyanad < https://www.instagram.com/yanadyanad/ >..

Atau misalnya pengen langsung daftar biar dapat harga member, boleh juga.. Bisa ke link ini ya  https://www.hdione.com/orl/nadyarathna tapi jangan lupa untuk kontak ke instagram aku yang di @yanadyanad supaya aku bisa bantu memberitahukan training dan langkah-langkah apa yang baiknya dilakukan.

View Post

Minggu lalu, aku dan anak-anak ikut suamiku yang ada meeting luar kota ke Yogyakarta. Kami menginap di Hotel Sheraton Mustika. Lokasi dari hotel ini dekat dengan Bandara Adi Sutjipto. Tapiii.. kami ke Yogya nya menggunakan kendaraan pribadi, dimana merupakan pengalaman pertama anak-anak perjalanan darat jauh. Sebelumnya perjalanan terjauhnya ke Bandung yang kurang dari 6 jam. Sedangkan ke Yogyakarta ini menghabiskan waktu 12 jam karena kami banyak berhenti untuk istirahat dan makan.

Dari luar hotel ini terlihat besar dan lahannya pun luas. Hotel Sheraton ini hanya terdiri dari 8 lantai, dimana lobby terletak di lantai 7, dan kamar-kamarnya terletak di lantai bawahnya. Di hotel ini banyak tipe kamarnya, dari deluxe, junior suite, hingga presidential suite. 

Kamar yang aku tempatin, tipe nya deluxe twin bed. Nah, karena kami berempat, supaya tidak terlalu berdempetan tidurnya, kami memesan extra bed. Untuk deluxe ukurannya kamarnya cukup luas loh! Bisa dilihat di foto nya bahwa bisa masuk 3 kasur single dan masih ada celah yang luas untuk sholat ataupun aktifitas lainnya. Untuk kamar mandinya juga dilengkapi dengan bathtub walaupun untuk showernya masih jadi satu, tidak terpisah.

Gambar 1. Foto keadaan kamar mandi

Gambar 2. Bathtub

Gambar 3. Foto keadaan kamar

Untuk balkonnya disediakan dua kursi dan 1 meja. Cukup nyaman untuk bekerja disini sambil melihat pemandangan yang menghadap ke kolam renang dan bagian belakang dari hotel. 

Gambar 4. Foto Balkon dari dalam kamar

Gambar 5. Balkon


Gambar 6. Pemandangan dari balkon kamar, kolam renang berbentuk unik


Adapun fasilitas dari hotel yang disukai oleh Kakak Q dan Ade D adalah kolam renang dan kids club yang bernama Jiggle Jungle. 

Gambar 7. Kids club dari balkon kamar


Kolam renangnya besar dan berbentuk unik. Kedalaman dari kolam renang tersebut 1.25 cm, jadi sebenarnya tidak terlalu dalam. Untuk Kids Club nya sendiri tidak luas, hanya terdiri dari kolam mandi bola dan tempat untuk memanjat dan perosotan. Kalau dilihat di bagian dalam ada jadwal kegiatan, tapi selama menginap disini tidak terlihat adanya kegiatan-kegiatan tersebut, apakah karena sedang pandemi atau bagaimana, saya juga tidak tau.

Selama menginap disini, kondisinya sedang mendung terus, pernah pagi-pagi pemandangannya agak cerah terlihat pemandangan gunung di kejauhan. Terus, di lahan hotel ini banyak pepohonan jadi rindang dan sejuk. Walaupun banyak pohon tapi tidak kotor oleh dedaunan, bahkan cenderung rapi karena rutin dibersihkan. Saya mengetahui hal ini karena pada saat duduk di balkon dengan Ade D, terlihat ada petugas yang sedang membersihkan daun-daun yang gugur dari pohon. 

Pelayanannya pun ramah dari sejak check in hingga check out. Ada satu waktu dimana kunci kamar saya tiba-tiba tidak dapat digunakan, setelah lapor ke front office dan dibuatkan 1 set kunci baru, ada salah satu staf nya yang mengantarkan saya dan anak-anak ke kamar untuk memastikan kunci tersebut dapat digunakan. Bahkan staf tersebut menanyakan perihal opini saya selama menginap di hotel Sheraton ini. 

Untuk breakfastnya standar ya, menurut saya tidak banyak variasi, yang standar seperti bubur, egg station, western menu, Indonesian menu ada. Dessertnya buah, pancake, dan wafle. Tapi dari segi rasa enak dan anak-anak pun bisa makan makanannya. Sempat 1 kali makan malam di hotel ini karena termasuk kerjasama dengan kantor suami saya, dan ternyata makanannya rasanya enak.

Jadiii... kesimpulannya walaupun hotel ini tergolong sudah tua dan terlihat dari interiornya, tapi tidak menakutkan. Kemudian yang saya suka dari hotel ini adalah tidak tertutup bahkan banyak ventilasi, karena lorong hotelnya bentuknya terbuka, jadi sirkulasi udaranya bagus. Jadi di masa pandemi ini dimana sirkulasi udara itu penting, hotel ini rekomen banget deh.

Berikut hasil review Hotel Sheraton Jogja dan opini dari aku ya. 

Kelebihannya:

  • pemandangannya! Ini nomor satu banget keunggulan dari Hotel Sheraton. Bangun tidur, langsung ke balkon buat duduk-duduk sambil lihat-lihat pemandangan yang hijau-hijau. Bikin mata yang minus dan silinder ini jadi bisa melihat jelas πŸ˜‚
  • tampilan eksterior hotel ini bagus banget dan megah
  • stafnya yang ramah dan helpful
  • makanannya enak
  • kamarnya luas
Kekurangannya:
  • ada beberapa kamar yang masih perlu renovasi karena seperti ada bekas air bocor di plafon. Hal ini sudah disampaikan ke stafnya.
  • AC sentral yang di kamar yang aku tempati itu agak keras bunyinya dan sempat lama dinginnya, hal ini juga sudah disampaikan ke stafnya
  • Makanan breakfast kurang variasi tetapi rasanya enak.

Pertanyaan terakhir seperti biasa: apakah akan kembali ke tempat ini lagi? Jawabannya iya... apalagi kalau kekurangan-kekurangannya sudah diperbaiki. Karena pemandangannya itu looh.

Oh iya bagi yang tertarik bisa booking via Agoda. Bisa diklik di link ini ya

View Post