Showing posts with label penghasilan untuk irt. Show all posts
Showing posts with label penghasilan untuk irt. Show all posts

 Haiii..

Jadi aku mau share pengalaman lagi setelah beberapa bulan ini upload foto di microstock. Akhirnya pecah telor juga! Alias ada yang beli walaupun masih sedikit, tapi gapapa. Nah disini aku mau memberikan informasi besaran earning yang aku dapetin dari 2 web microstock yang aku ikutin, yaitu shutterstock dan adobe stock.

Gambar 1. Dashboard Adobe Stock


Gambar 2. Dashboard Shutterstock


Di atas merupakan 2 screenshot dari sebagian tampilan dashboard akun shutterstock dan adobestock yang aku punya. Bisa dilihat bahwa earning yang didapatkan dari adobe stock lebih besar dibanding shutterstock walaupun baru terjual 2. Dan bisa dilihat foto yang terjual berbeda dari dua microstock tersebut. Karena hal itu, aku tetap mengupload di kedua tempat tersebut walaupun di shutterstock lebih kecil dapatnya. Tapi gapapa. Karena tetap aja mendapatkan pendapatan. 

Oh iya di post yang terakhir aku sampaikan bahwa di shutterstock bisa 5 hari kerja. Namun akhir2 ini pas aku coba upload ke shutterstock reviewnya cepat banget! Pernah 1 jam aja sudah keluar untuk yang kategori commercial. Paling lama 24 jam. Jadi kita ga perlu lama nunggu kepastian diterima atau ga foto yang kita submit. Silakan dicoba ya! Tetap semangat:

1.  Registrasi shutterstock => https://submit.shutterstock.com?rid=319589275

2.  Registrasi adobe stock di web ini https://contributor.stock.adobe.com/

View Post

 Nah untuk part 4 kali ini, aku mau share salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan, apalagi bagi yang suka foto-foto daripada fotonya dibuang atau numpuk bisa saja diberdayagunakan untuk dijual ke marketplace microstock. Microstock adalah sebuah bisnis online untuk mendapatkan extra income (pemasukan ekstra) dari perusahaan/agensi microstock, populer dengan sebutan Microstock Site Companies (web microstock) atau Microstock Agencies (agensi microstok). Perusahaan ini menyediakan berbagai macam foto, illustrator dan video dalam bentuk RF (Royalti Free). Singkat kata mereka sebagai gudangnya gambar.


Agensi microstock bisa memasarkan stok file nya dan dapat di download berkali-kali tidak satu kali beli saja, jadi keuntungan akan datang berkali-kali selama stock file tersebut didownload oleh microstoker yang login sebagai user. Royalty free berarti pembeli sekedar bisa memakai saja tidak boleh memakainya untuk dijual kembali serta hak cipta tetap ditangan microstocker alias contributor dari stock file tersebut.


Yang bisa dijual itu berbagai macam, dari foto, video footage, vektor, music, dan beberapa file lainnya. Namun yang ingin aku share pengalamannya di blog ini untuk penjualan file foto, karena diantara yang lain ini yang paling mudah (walaupun ga mudah-mudah banget sih).


Ada 3 web microstock yang saat ini aku sedang join, dan aku mau share pengalaman aku selama menjadi contributor foto di 3 website tersebut:


1. Shutterstock

Shutterstock merupakan sebuah perusahaan penyedia microstock yang saat ini salah satu yang paling terkenal, untuk lebih detailnya bisa dilihat di wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/Shutterstock). Dan merupakan termasuk salah satu yang paling profesional di bidangnya, karena kalau misalnya kita submit foto dan diterima berarti udah bagus banget, karena kriteria penyeleksiannya yang terbilang ketat. Tapi jadinya sebagai kontributor pemula banyak banget belajar mengenai fotografi.


Untuk menjadi kontributor di shutterstock yang harus dilakukan adalah:

1. Registrasi di shutterstock => https://submit.shutterstock.com?rid=319589275

2. Isi semua data yang dibutuhkan termasuk tax form.

3. Upload foto yang diinginkan.

4. Tunggu hasil reviewnya. Saat ini di shutterstock proses review nya 5 hari. Jadi sabar dan upload aja banyak-banyak siapa tau ada yang diterima. Dan ingat jangan patah semangat ya.

5. Kalau sudah diapprove, maka foto tersebut akan online di dashboard kita.


Untuk syarat foto yang bisa diupload paling penting 3 hal ini ya:

1. Minimal resolusi 4 megapixels

2. Format JPEG, JPG

3. Foto yang bisa diupload itu foto apa aja yang penting jelas peruntukannya untuk komersial atau editorial. Komersial itu berarti foto untuk keperluan komersial yang tidak ada merk atau brand yang bisa dikenal ataupun ada ciri bangunan khusus yang bisa dikenal. Kalau ada foto yang mengandung 2 hal tersebut dimasukkan saja sebagai editorial. Harga jualnya lebih murah dibanding komersial tapi yang penting bisa dijual kan? Nah kalau fotonya pakai model dan ada ciri khas dari suatu merk, brand atau bangunan tertentu harus ada release nya ya.


Untuk shutterstock ini ada aplikasinya untuk digunakan di smartphone, tapi kalau aku lebih suka upload via web karena biasanya karena kualifikasinya yang ketat apalagi soal noise dan focus jadinya aku edit dulu di adobe photoshop. Proses editnya pun tidak boleh terlalu banyak ya, bisa ditolak juga. Pokonya yang ngecek itu udah jago banget sama fotografi dan mereka punya kriterianya sendiri.


Salah satu pengalaman paling berkesan di shutterstock itu adalah dari 15 foto yang diupload yang diterima hanya 1. hahaha.. Tapi namanya pemula dan fotonya juga menggunakan handphone jadinya masih banyak banget perlu belajarnya. Kemudian untuk di shutterstock ini misalnya ada foto yang ditolak karena alasan tertentu bisa kita submit ulang setelah kesalahannya kita perbaiki ya. Misalnya ditolak lagi, masih bisa resubmit lagi. Tidak ada batasan berapa kali kita resubmit.


2. Adobe Stock


Adobe stock merupkan web agensi microstock yang dipunyai perusahaan adobe. Jadi untuk proses pendaftarannya sendiri menggunakan adobe ID kalau sudah punya. Tahapannya seperti ini:

1. Registrasi di web ini https://contributor.stock.adobe.com/

2. Isi data diri dan jangan lupa isi tax form nya.

3. Upload foto yang diinginkan.

4. Tunggu hasil review. Untuk adobe stock saat ini proses reviewnya 1-2 hari kerja jadi tidak terlalu lama.

5. Foto yang diterima akan masuk ke dashboard yang sudah online.


Untuk syarat-syaratnya sama seperti shutterstock. Perbedaannya adalah disini lebih detail. Contohnya waktu itu aku upload foto tanaman hias yang berbeda tapi warnanya mirip, nah yang satu diterima dan yang satu lagi ditolak oleh Adobe Stock dengan alasan similar image, padahal dari segi jenis dan bentuknya berbeda. Kemudian aku pernah upload foto bunga matahari dan ditolak. Aku upload foto bunga matahari dengan sudah perspektif yang berbeda, dan ditolak juga dengan alasan similar image. Oleh karena hal ini aku mengambil kesimpulan kalau di adobe stock ga bisa re-submit kaya shutterstock.


Kemudian biasanya pertanyaan selanjutnya adalah apakah foto yang sudah diapprove di shutterstock boleh diupload lagi ke adobe stock? jawabannya boleh, karena tidak ada eksklusifitas di dua web tersebut. Tapi dari pengalaman aku, biasanya foto yang diapprove di Shutterstock belum tentu diterima di Adobe Stock, begitu juga sebaliknya, karena dua agensi tersebut mempunyai kriteria yang berbeda walaupun standarnya sama-sama high quality.


Lalu perbedaannya lagi adalah di adobe stock jika foto kita ditolak terkait technical issue, maka hasil reviewnya adalah rejected because technical issue. Tidak dijelaskan secara spesifik apakah masalahnya di noise atau focus atau alasan lainnya, sedangkan di shutterstock hal ini disebutkan secara spesifik. Jika kita ingin mengetahui alasan teknisnya secara spesifik kita bisa mengajukan ke forum adobe stock yang akan direview oleh adobe expert.


Untuk adobe stock sendiri kita bisa upload via aplikasi di smartphone, mobile web, atau desktop. Sama seperti shutterstock, aku lebih suka mengupload via web desktop karena biasanya sebelum diupload diedit dulu.


3. Dreamstime


Dreamstime merupakah salah satu agensi microstock yang menurutku yang standarnya paling mudah dibanding Shutterstock dan Adobe Stock. Kriteria foto yang bisa diupload bisa dilihat di gambar di bawah ini:


Untuk menguploadnya sendiri bisa menggunakan aplikasi untuk smartphone dan desktop web. Karena kriterianya tidak sesulit adobe stock dan shutterstock, dan sudah terbiasa dengan standar keduanya, biasanya aku upload via aplikasi yang di smartphone, karena prosesnya lebih mudah dan cepat. Terkadang kalau upload via desktop web prosesnya lebih lama, gatau kenapa. Kemudian di dreamstimes ini mereka menawarkan untuk eksklusifitas yang bisa dilihat jika mengupload via web, dimana foto tersebut hanya diupload di dreamstime dan tidak di tempat lain. Hal ini terkait dengan royalti jika foto tersebut berhasil terjual. Karena hal tersebut jadinya aku uploadnya sekalian di web desktop juga.

Untuk proses di Dreamstime sendiri sebagai berikut:
1. Registrasi via app atau via web di https://www.dreamstime.com/#res40516768
2. Isi data diri dan form tax
3. Upload foto yang diinginkan
4. Tunggu proses review, biasanya 12 - 24 jam saat ini.
5. Foto yang diterima akan masuk ke dashboard online dan yang ditolak masuk ke rejected.

Oh iya, untuk ketiganya penerimaan pembayaran menggunakan paypal atau payoneer atau skrill, jadi harus dipastikan sudah mempunyai salah satu dari 3 tersebut ya dan sudah verifikasi.

Nah. Karena masih baru dan baru aja menjadi kontributor untuk ketiga agensi tersebut, foto yang aku submit saat ini masih sedikit dan belum ada yang terjual. Tapi gapapa, berdasarkan hasil googling dan nonton youtube, semakin sering kita upload, SEO nya pun semakin tinggi. Jadi rajin-rajin aja upload .. 


Semangaaat!!






View Post

 Kita masuk ke dalam bagian ketiga mengenai penghasilan yang bisa didapatkan walaupun menjadi ibu rumah tangga, alias side income atau penghasilan tambahan tanpa modal ataupun misalnya ada modal pun hanya sedikit. Salah satu pekerjaan sampingan yang sedang aku jalankan sambil menjalankan tugas utama sebagai IRT adalah menjadi affiliate.

Sistem affiliate

Gambar 1. Mekanisme Sistem Afiliasi (Sumber : https://buzzup.id)

Sistem afiliasi adalah sistem bisnis online dengan menjualkan produk atau jasa orang lain tanpa syarat apapun, dimana Anda hanya diwajibkan mendaftar tanpa perlu membeli atau memiliki produk atau jasa yang kan kita tawarkan.

Nah dari definisinya pun kelihatan kita tidak perlu mengeluarkan modal awal, gampangnya kita bertugas untuk memasarkan produk-produk tersebut. Pemasarannya pun bisa menggunakan berbagai macam media:

1. Blog

2. Youtube

3. Social Media : Instagram, Facebook, Tiktok, dan lainnya

Untuk trik-trik pemasarannya bisa melihat di youtube ya, banyak banget yang udah lebih expert yang menjelaskan. Aku disini share dari perspektif aku sendiri dimana masih pemula.

Ada dua program afiliasi saat ini yang sedang aku jalankan, yang lokal dan internasional.


A. Afiliasi Lokal: Accesstrade

ACCESSTRADE dibawah Interspace Group adalah sebuah platform afiliasi asal Jepang yang sudah berdiri sejak tahun 1999 dan tahun 2013 hadir di Indonesia. ACCESSTRADE menawarkan kesempatan mendapatkan penghasilan bagi para pemilik blog/website, memberikan sistem promosi digital yang efektif dan efisien untuk para pemilik produk.

Di platform ini untuk publisher yang sudah mendaftar, bisa memilih perusahaan mana yang akan dipasarkan oleh kita. Tahapannya sebagai berikut:


1. Mendaftar sebagai publisher

Untuk pendaftaran tidak ada biaya apapun ya. Bisa klik link ini untuk mendaftar -->

https://publisher.accesstrade.co.id/#/sign-up?country=id&referral_id=yufEH7BSEaRVOZsQ431%2B%2Bg%3D%3D


2. Mendaftar ke campaign yang akan dipasarkan.

Di Accesstrade ini banyak campaign dari perusahaan yang bisa kita daftar dan ikuti, misalnya shoppee affiliate, BliBli, Mothercare, Tiket.com, dan banyak perusahaan lainnya.

Untuk cara daftarnya bisa dilihat di video berikut ya.

Video: Tutorial Daftar Campaign

3. Jika diapprove oleh campaign perusahaan yang kita daftar, maka kita bisa menjalankan akan diberikan link dari campaign tersebut yang dapat kita sebarkan ke rekan atau umum, tergantung kita akan memasarkannya via media apa yang sudah kita daftarkan pada saat menjadi publisher atau social media lainnya.


B. Afiliasi Internasional: Clickbank

Clickbank adalah suatu portal/marketplace produk-produk digital seperti ebook, software, tutorial, course dan produk digital lainnya. Clickbank didirikan tahun 1998 yang berkantor di Broomfield, Colorado dan Boise, Idaho. Disini jika sudah mendaftar sebagai affiliate, kita bisa memilih ingin memasarkan produk yang mana. Dan pasarnya pun bukan hanya di Indonesia tapi internasional.

Gambar 1. Tampilan Layar Affiliate Clickbank

Di Clickbank sendiri tersedia berbagai macam produk selain yang bisa kita tawarkan, namun juga bisa kita gunakan untuk menunjang peran kita sebagai affiliate. Misalnya adalah produk 12minutesaffiliate ini.

Nah misalnya kita sudah berhasil memasarkan produk dari Clickbank ini, kemudian ada yang berhasil membeli, berarti kita menerima komisinya. Komisi tersebut akan dibayarkan ke akun kita. Karena kita di Indonesia, jika kita ingin menjadi affiliate dari Clickbank maka harus membuka account di Payoneer. Nanti dari Payoneer baru di-link ke rekening bank kita di Indonesia. Kenapa ga Paypal? Karena Paypal tidak bisa digunakan untuk affiliate dari Indonesia, lebih tepatnya gada pilihannya, yang ada payoneer ini.


Kesimpulan

Sekarang masuk ke bagian kesimpulan dan pendapat saya ya. Saya baru menjalankan bisnis affiliate ini selama 2 bulan-an, jadi bisa terbilang masih baru dan masih belajar banget, jadi masih ngulik-ngulik dan mencari cara untuk menjalankan bisnis afiliasi ini. 

Cara belajarnya lewat mana? Lewat youtube dan instagram. 

Apa mungkin bisa mendapatkan penghasilan sebagai affiliate? Jawabannya bisa banget. Karena banyak di luar sana yang sudah menjalankannya dan bisa dapat. Yang penting jangan menyerah dan harus kreatif. InsyaAllah semua ada jalannya...

Bisnis ini menyenangkan kok. Karena bisa dikerjakan dimana saja, dan saat kita menemukan celahnya bisa menjadi passive income.

Jadiiii.. semangaat mencoba! 




View Post
Kali ini aku mau share pengalaman aku untuk mendapatkan pendapatan tambahan sebagai Ibu Rumah Tangga. Berbeda dengan part 1 dimana aku memulai bisnis kecil-kecilan, side job kedua yang aku lakukan adalah bergabung dengan HDI.

HDI apa sih?

Gampangnya ini. Tau clover honey? Clover honey itu madu yang naik daun saat puncak pandemi di tahun 2020 yang lalu karena manfaatnya yang mempercepat kesembuhan bagi penderita Covid -19. Nah HDI ini adalah perusahaan yang menjual produk clover honey tersebut < https://www.hdindonesia.com/>. Produk-produk yang dijual bukan hanya madu ya, tapi berbagai macam hal yang sumbernya dari perlebahan yang kita sudah mengetahui dari jaman dahulu manfaat dari madu dan produk-produk lebah itu banyak banget. 



Nah awal mula aku mau join usaha ini karena mau mempunyai penghasilan sebagai Ibu Rumah Tangga, yang ga perlu modal dan minim risiko. Pokonya aku gamau rugi. Kalau ada usaha yang model kaya gitusemuanya aku coba jalanin sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Nah diketemukanlah sama HDI ini, pas awal aku mau bergabung itu dikenalkan ke temannya ade ku yang bungsu. Hal yang awal dy jelaskan adalah sebagai member kita bisa berperan sebagai :
1. Member saja, dimana kita bisa membeli produk-produk HDI tapi dengan harga member atau 
2. Entrepriser, 
  • dimana kita bisa membeli dengan harga member, menjadi reseller dengan menjual produk-produk HDI, serta mendapatkan profit hasil penjualan tersebut sekaligus mendapatkan bonus jika mencapai target poin yang telah ditetapkan, atau 
  • menjadi reseller dan mengembangkan networking.
Setelah dijelaskan mengenai hal-hal tersebut, aku setuju bergabung dengan salah satu alasan adalah produk HDI itu sudah terkenal dan memang sudah terbukti. Dan upline aku alias temennya ade ku yang bungsu memberikan list training yang sebaiknya aku ikutin. Nah awalnya aku hanya berniat jadi reseller jadinya malas-malasan ikutan training. Hahaha.. Sok tau banget deh aku waktu awal-awal, pokonya jalan aja.. Dan upline ku membiarkan metodenya terserah dan senyamannya aku aja, tapi kalau aku ada yang kebingungan atau yang perlu ditanyakan, upline aku tuh baiiik banget. Mau jawab dan nanggepin pertanyaan-pertanyaan aku. Dy bantu jelasin pentingnya downline gimana sebagai rekan kerja yang akan membantu kita. Terus pas aku udah mencapai target poin, dy ngajarin bahwa baiknya sharing dengan downline misalnya aku dapat konsumen nanti dimasukkin nama downline. Jadi downline kita dapat bonus, kita juga dapat bonus tambahan juga.. Pokonya diajarkan untuk peduli sama sesama dan pentingnya kerjasama. Sebenarnya sama kaya kerja di kantor. Harus peduli dengan rekan kerja kalau kita mau maju harus maju bersama. Ga bisa kerja sendiri.

Dan jreeng.. beneran pas saat waktu 'gajian' aku dapat bonus lumayan banget. Walopun belum gede, tapi segitu aja udah lumayan. Aku bahagia 😍😍dapat penghasilan sendiri setelah sekian lama di rumah.

Pas kaya gtu,, aku semakin penasaran dengan program network marketing HDI doonk.. Aku mulai tanya mendetail soal network marketing di HDI tuh gimana sih, trus dy mulai jelasin dan ngarahin untuk ikutin training-training supaya lebih jelas lagi. Upline ku juga ngenalin aku ke sponsor/ upline nya dy. Jadi kalau kaya di kantor tuh bosnya bos. Tapi bedanya di HDI kita tuh saling support banget, gada tuh nyuruh-nyuruh. Kalau misalnya kebingungan, bisa dibantu penyelesaiannya atau diberikan solusi sama upline dan rekan-rekan kitaa... Prinsip nya adalah : if you want to be helped, then let us help you. πŸ’—πŸ’—

Daan saat memasuki bulan kedua di HDI, datanglah salah satu berita menggembirakan,, yaituuu struktur bisnis networking HDI itu sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI looh! Tambah merasa semangat buat ngejalanin bisnis iniii.. 

Buat yang tertarik dan pengen tanya-tanya soal HDI ini baik dari segi produk dan bisnisnya bisa kontak ke instagram ku di @yanadyanad < https://www.instagram.com/yanadyanad/ >..

Atau misalnya pengen langsung daftar biar dapat harga member, boleh juga.. Bisa ke link ini ya  https://www.hdione.com/orl/nadyarathna tapi jangan lupa untuk kontak ke instagram aku yang di @yanadyanad supaya aku bisa bantu memberitahukan training dan langkah-langkah apa yang baiknya dilakukan.

View Post

Aku resign dari pekerjaanku di sebuah bank pada tahun 2016. Jadi sudah sekitar 5 tahun aku jadi ibu rumah tangga atau IRT atau housewife dan banyak lain panggilannya, dan selalu ada keinginan untuk kembali kerja. Alasannya itu karena ingin mempunyai penghasilan sendiri. Tawaran untuk kembali kerja sudah ada beberapa kali. Tapii.. semuanya itu dengan berat hati aku tolak karena alasan ga tega ninggalin anak-anak. Karena pekerjaan yang ditawarkan itu, aku udah mengetahui beratnya dan akan seperti apa kalau aku balik kerja lagi.

Tapi keinginan untuk mempunyai penghasilan tetap ada di pikiran. Akhirnya aku browsing, googling, dan sejenisnya untuk cari tahu kira-kira bisa dapat penghasilan tapi tetap di rumah. Dari hasil browsing akhirnya menemukan berbagai macam hal yang bisa dilakukan; jadi reseller, copywriter, freelancer, dan hal lainnya. Dan dari hal-hal tersebut ada beberapa yang aku lakukan secara bersamaan. 

Untuk part / bagian 1 ini aku mau share pengalaman sebagai reseller. Semua seharusnya udah tau ya reseller itu apa. Intinya kita menjual barang orang lain. Nah sebagai reseller ini aku mau share mekanisme yang sudah aku pernah jalankan atau sedang aku jalankan.

1. Mekanisme ambil paket sebagai reseller.

Produk yang aku coba untuk yang pertama ini waktu itu jualan produk balok kayu mainan anak-anak. Disini paketnya itu ada macam-macam. Aku bersama dengan teman ex-kantor dulu patungan untuk ambil paket reseller nya, kalau ga salah Rp 10.000.000 ,-. Itu kita dapat harga pabrik dan kita bisa jual sesuai harga si penjual yang dia pasarkan di web atau marketplace. Mainan balok kayunya kita bisa pilih yang sesuai dengan yang kita inginkan. Tinggal datang ke pabriknya dan kita pilih.

Aku dan temanku mencoba menjual lewat platform media sosial, kita kasih paket, iklankan ke grup teman terdekat dan lainnya. Tapi ternyata susah banget jualannya, karena banyak saingannya. Akhirnya setelah beberapa lama, kami menyerah untuk menjual produk tersebut. Temanku memutuskan untuk menjual dengan harga pabrik ke pihak lain atau digunakan oleh dia sebagai goody bags ulang tahun anaknya.
Gambar 1. Contoh produk yang dijual


2. Open PO makanan

Open PO atau open pre-order makanan yang aku jalankan itu bukan makanan yang aku buat sendiri, tapi jadi reseller atas produk orang ini dengan mekanisme PO. Dengan mekanisme ini, aku jadinya tidak perlu modal awal yang besar, tidak perlu tempat penyimpanan  yang besar, dan sudah ada pembeli yang pasti. Strategi yang aku terapkan adalah mencari produk yang ga pasaran tapi sudah ada pembeli pasti, aku udah pernah mencoba produk tersebut, dan packagingnya aman untuk proses delivery ke customer. Akhirnya terpilih lah satu produk, dimana pusat nya bukan di pulau Jawa tapi ada keyakinan di diri aku sendiri bahwa bakal banyak yang suka, karena aku dan keluargaku sudah berkali-kali beli produk makanan ini. Setelah itu, aku diskusi dengan suami dan keluargaku perihal packaging bagaimana, dan harga jual dari produk makanan tersebut.

Untuk pemasarannya sendiri pada awalnya aku broadcast via whatsapp ke keluarga, ke teman-teman dekat, dan juga dibantu oleh kaka iparku untuk dipasarkan ke teman-temannya. Setelah itu mulai meluas ke teman-teman dari Orang tua ku. Kemudian aku broadcast juga lewat instastory ku.

Alhamdulillah selama 1 bulan ini sudah dua kali open PO dan profitnya terhitung lumayan, walaupun belum terlalu besar tapi sudah menghasilkan. Untuk PO yang kedua, aku sudah menambahkan satu jenis makanan lagi. Rencananya ke depannya kalau proses ini lancar akan dilanjutkan dengan mekanisme yang sama dan mungkin akan menggunakan fasilitas Instagram Ads. Tapi ini juga masih dalam proses pertimbangan untuk penggunaan fasilitas itu.

Oh iya untuk pencatatan transaksi aku menggunakan aplikasi BukuKas. Itu merupakan aplikasi yang saat ini hanya available untuk smartphone, belum ada versi web nya. Perihal aplikasi ini akan aku ceritakan di post terpisah ya, bagaimana itu bisa membantu pencatatan, pembuatan invoice, dan ada grafiknya penjualan dan lain-lain.


Untuk part 1 nya sampai disini dulu ya . Jika ada progress lebih lanjut dari bisnis kecil-kecilan yang aku jalankan ini, akan aku update di blog ini 😊. Nanti untuk part 2 aku akan share jenis usaha apalagi yang aku jalankan sambil bekerja sebagai ibu rumah tangga.

View Post