Assalamu'alaikum wr.wb.

Pada kesempatan kali ini, aku mau share resep ayam goreng mentega ala Mama Nung. Bahannya simple dan ga sulit. Prosesnya juga mudah, insyaAllah cocok di semua lidah orang.

Gambar 1. Ayam Goreng Mentega

Bahan-bahan:

- ayam kampung, ayam negri, atau pejantan tergantung selera

- daun salam

- bawang putih

- bawang bombay

- mentega

- minyak goreng

- kecap manis

- asam jawa

- tomat

Tahapannya sebagai berikut:

  1. Ayam dipotong menjadi 8 bagian, kemudian setelah dibersihkan direbus dulu dengan daun salam, asam jawa 1 sendok teh, dan garam 1 sendok makan. Direbus selama kurang lebih 30 menit. Hal ini untuk memastikan ayam sudah matang sampai ke dalam.
  2. Sambil menunggu ayam cincang bawah putih. Kemudian iris halus bawang bombay sesuai badannya. Tomat juga diiris halus.
  3. Setelah matang, ayam didiamkan kemudian ditiriskan sebentar. Lalu panaskan minyak goreng dengan api sedang besar. Setelah minyak panas, masukkan goreng ayam sampai terlihat kuning kecoklatan. Kemudian angkat.
  4. Tahapan selanjutnya adalah menumis bumbu. Untuk tumis bumbu menggunakan mentega dan minyak goreng, kemudian masukkan bawang putih sampai wangi, kemudian bawang bombay. Setelah layu masukkan kecap, tomat, penyedap (jika mau), garam. Setelah wangi, terakhir masukkan ayamnya. Diaduk-aduk sampai rata dan sudah selesai.
Semoga cocok ya dengan lidahnyaa... Selamat mencobaa


View Post

 Assalamu'alaikum wr.wb.

Untuk resep kedua yang mau dishare kali ini adalah resep makanan terong teri balado ala Mama Nung. Bahannya simple dan cara masaknya pun simple. Aku share yaa semoga cocok rasanya.




Bahan-bahan:

- terong ungu 3 

- cabe merah 15

- cabe rawit 2

- bawang merah 3

- ikan teri nasi 50 gram

- tomat setengah, diiris tipis-tipis

- minyak goreng, garam, gula atau penyedap (sesuai selera)


Tahapan:

  1. Potong-potong terong sesuai ukuran yang diinginkan. Kalau aku biasanya 1 terong besar menjadi 6 bagian. Kalau terong kecil jadi 4 bagian.
  2. Rendam terong dalam air hangat dan diberikan garam sedikit (sejumput). Direndamnya sebentar saja sekitar 5 menit supaya meresap garamnya.
  3. Untuk sambalnya, bawang merah, cabe merah, dan cabe rawit ditambah sedikit garam diulek sampe hancur, teksturnya kasar jadi masih terasa tekstur cabainya.
  4. Saat terong sudah direndam, panaskan minyak sampai setengah panas kemudian masukan terong. Digoreng sebntar hingga setengah matang kemudian tiriskan.
  5. Setelah terong selesai, masukan teri, goreng sebentar kemudian ditiriskan.
  6. Kurangi minyak bekas menggorang, kemudian masukkan sambal yang telah disiapkan ke dalam minyak tersebut, lalu masukan garam, gula atau penyedap. 
  7. Setelah harum, masukkan tomat, aduk hingga tomat layu kemudian masukkan terong dan teri. Aduk rata hingga semua bumbu tercampur.
  8. Makanan siap disajikan

SILAKAN MENCOBA 😁😍

View Post

 Assalamu'alaikum wr.wb. 😁

Untuk kali ini post nya berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Aku berencana buat tema baru yaitu sharing resep yang diberikan oleh almarhum mama mertua aku, Mama Nung. Mama Nung itu pinter banget masak. Aku yang tadinya ga bisa masak jadi bisa karena resep-resep yang termasuk simple untuk diterapin di masak sehari-hari.

Kali ini aku mau share resep cara buat Telur Balado ala Mama Nung.


Bahan-bahannya:

- Telur : 4 butir

- Cabai merah : 12-14 buah ( tergantung ukuran cabainya)

- Cabai rawit merah : 2 - 3 buah

- Bawang merah : 4 biji (ukuran besar)

- Tomat merah : 1/2 (kalau ukurannya kecil pakainya 1)

- minyak goreng secukupnya

- garam dan gula sesuai selera


Tahapannya

  1. Rebus telur sekitar 10 menit jika sebelumnya telur dalam suhu ruang, 15 menit jika sebelumnya telur langsung dari kulkas.
  2. Sambil menunggu telur direbus, kita persiapkan sambalnya. Untuk memproses sambalnya bisa menggunakan 2 cara, yaitu dengan chopper atau diulek, yang penting jangan terlalu halus hasil pemrosesannya supaya masih terasa tekstur dari cabenya. Tapi kalau memang sukanya halus, silakan saja. Yang diproses untuk sambal ini adalah bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit merah. Setelah sambalnya selesai diproses, disisihkan terlebih dahulu. 
  3. Proses selanjutnya adalah mengiris tomat merahnya. Tidak perlu tipis. Jika sudah disisihkan dahulu.
  4. Saat telurnya sudah matang. Jangan lupa dicelupkan ke air dingin terlebih dahulu ya untuk membantu mempermudah proses pengelupasan kulitnya. 
  5. Saat telur sudah dikupas semuanya, siapkan minyak goreng secukupnya. Minyak ini akan digunakan untuk menggoreng telur dahulu supaya telurnya terasa lebih gurih saat akan dicampur dengan sambalnya. Api yang digunakan adalah kecil ke sedang. Saat minyak sudah cukup panas, masukan telur nya. Dibolak balik sampai berwarna kecoklatan kemudian diangkat dan disisihkan.
  6. Tahapan selanjutnya menggorengnya sambalnya. Untuk minyaknya menggunakan minyak bekas goreng telur, namun dikurangi jumlahnya. Api yang digunakan adalah kecil ke sedang. Saat minyak sudah terlihat ada gelembung-gelembung, sambal yang telah diproses dimasukkan ke dalam minyak tersebut, kemudian diaduk-aduk sampai wangi. Setelah wangi masukkan garam, gula, serta penyedap rasa (jika ingin digunakan). Jangan lupa dicoba ya. Jika sudah sesuai, masukan telur dan yang terakhir masukkan irisan tomar. Masakan ini harus diaduk terus supaya tidak gampang gosong sambalnya. Saat tomat sudah layu dan rasanya sudah sesuai, api dapat dimatikan dan makanan siap disajikan. 
SELAMAT MENCOBA










View Post

 Haiii..

Jadi aku mau share pengalaman lagi setelah beberapa bulan ini upload foto di microstock. Akhirnya pecah telor juga! Alias ada yang beli walaupun masih sedikit, tapi gapapa. Nah disini aku mau memberikan informasi besaran earning yang aku dapetin dari 2 web microstock yang aku ikutin, yaitu shutterstock dan adobe stock.

Gambar 1. Dashboard Adobe Stock


Gambar 2. Dashboard Shutterstock


Di atas merupakan 2 screenshot dari sebagian tampilan dashboard akun shutterstock dan adobestock yang aku punya. Bisa dilihat bahwa earning yang didapatkan dari adobe stock lebih besar dibanding shutterstock walaupun baru terjual 2. Dan bisa dilihat foto yang terjual berbeda dari dua microstock tersebut. Karena hal itu, aku tetap mengupload di kedua tempat tersebut walaupun di shutterstock lebih kecil dapatnya. Tapi gapapa. Karena tetap aja mendapatkan pendapatan. 

Oh iya di post yang terakhir aku sampaikan bahwa di shutterstock bisa 5 hari kerja. Namun akhir2 ini pas aku coba upload ke shutterstock reviewnya cepat banget! Pernah 1 jam aja sudah keluar untuk yang kategori commercial. Paling lama 24 jam. Jadi kita ga perlu lama nunggu kepastian diterima atau ga foto yang kita submit. Silakan dicoba ya! Tetap semangat:

1.  Registrasi shutterstock => https://submit.shutterstock.com?rid=319589275

2.  Registrasi adobe stock di web ini https://contributor.stock.adobe.com/

View Post

 Nah untuk part 4 kali ini, aku mau share salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan, apalagi bagi yang suka foto-foto daripada fotonya dibuang atau numpuk bisa saja diberdayagunakan untuk dijual ke marketplace microstock. Microstock adalah sebuah bisnis online untuk mendapatkan extra income (pemasukan ekstra) dari perusahaan/agensi microstock, populer dengan sebutan Microstock Site Companies (web microstock) atau Microstock Agencies (agensi microstok). Perusahaan ini menyediakan berbagai macam foto, illustrator dan video dalam bentuk RF (Royalti Free). Singkat kata mereka sebagai gudangnya gambar.


Agensi microstock bisa memasarkan stok file nya dan dapat di download berkali-kali tidak satu kali beli saja, jadi keuntungan akan datang berkali-kali selama stock file tersebut didownload oleh microstoker yang login sebagai user. Royalty free berarti pembeli sekedar bisa memakai saja tidak boleh memakainya untuk dijual kembali serta hak cipta tetap ditangan microstocker alias contributor dari stock file tersebut.


Yang bisa dijual itu berbagai macam, dari foto, video footage, vektor, music, dan beberapa file lainnya. Namun yang ingin aku share pengalamannya di blog ini untuk penjualan file foto, karena diantara yang lain ini yang paling mudah (walaupun ga mudah-mudah banget sih).


Ada 3 web microstock yang saat ini aku sedang join, dan aku mau share pengalaman aku selama menjadi contributor foto di 3 website tersebut:


1. Shutterstock

Shutterstock merupakan sebuah perusahaan penyedia microstock yang saat ini salah satu yang paling terkenal, untuk lebih detailnya bisa dilihat di wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/Shutterstock). Dan merupakan termasuk salah satu yang paling profesional di bidangnya, karena kalau misalnya kita submit foto dan diterima berarti udah bagus banget, karena kriteria penyeleksiannya yang terbilang ketat. Tapi jadinya sebagai kontributor pemula banyak banget belajar mengenai fotografi.


Untuk menjadi kontributor di shutterstock yang harus dilakukan adalah:

1. Registrasi di shutterstock => https://submit.shutterstock.com?rid=319589275

2. Isi semua data yang dibutuhkan termasuk tax form.

3. Upload foto yang diinginkan.

4. Tunggu hasil reviewnya. Saat ini di shutterstock proses review nya 5 hari. Jadi sabar dan upload aja banyak-banyak siapa tau ada yang diterima. Dan ingat jangan patah semangat ya.

5. Kalau sudah diapprove, maka foto tersebut akan online di dashboard kita.


Untuk syarat foto yang bisa diupload paling penting 3 hal ini ya:

1. Minimal resolusi 4 megapixels

2. Format JPEG, JPG

3. Foto yang bisa diupload itu foto apa aja yang penting jelas peruntukannya untuk komersial atau editorial. Komersial itu berarti foto untuk keperluan komersial yang tidak ada merk atau brand yang bisa dikenal ataupun ada ciri bangunan khusus yang bisa dikenal. Kalau ada foto yang mengandung 2 hal tersebut dimasukkan saja sebagai editorial. Harga jualnya lebih murah dibanding komersial tapi yang penting bisa dijual kan? Nah kalau fotonya pakai model dan ada ciri khas dari suatu merk, brand atau bangunan tertentu harus ada release nya ya.


Untuk shutterstock ini ada aplikasinya untuk digunakan di smartphone, tapi kalau aku lebih suka upload via web karena biasanya karena kualifikasinya yang ketat apalagi soal noise dan focus jadinya aku edit dulu di adobe photoshop. Proses editnya pun tidak boleh terlalu banyak ya, bisa ditolak juga. Pokonya yang ngecek itu udah jago banget sama fotografi dan mereka punya kriterianya sendiri.


Salah satu pengalaman paling berkesan di shutterstock itu adalah dari 15 foto yang diupload yang diterima hanya 1. hahaha.. Tapi namanya pemula dan fotonya juga menggunakan handphone jadinya masih banyak banget perlu belajarnya. Kemudian untuk di shutterstock ini misalnya ada foto yang ditolak karena alasan tertentu bisa kita submit ulang setelah kesalahannya kita perbaiki ya. Misalnya ditolak lagi, masih bisa resubmit lagi. Tidak ada batasan berapa kali kita resubmit.


2. Adobe Stock


Adobe stock merupkan web agensi microstock yang dipunyai perusahaan adobe. Jadi untuk proses pendaftarannya sendiri menggunakan adobe ID kalau sudah punya. Tahapannya seperti ini:

1. Registrasi di web ini https://contributor.stock.adobe.com/

2. Isi data diri dan jangan lupa isi tax form nya.

3. Upload foto yang diinginkan.

4. Tunggu hasil review. Untuk adobe stock saat ini proses reviewnya 1-2 hari kerja jadi tidak terlalu lama.

5. Foto yang diterima akan masuk ke dashboard yang sudah online.


Untuk syarat-syaratnya sama seperti shutterstock. Perbedaannya adalah disini lebih detail. Contohnya waktu itu aku upload foto tanaman hias yang berbeda tapi warnanya mirip, nah yang satu diterima dan yang satu lagi ditolak oleh Adobe Stock dengan alasan similar image, padahal dari segi jenis dan bentuknya berbeda. Kemudian aku pernah upload foto bunga matahari dan ditolak. Aku upload foto bunga matahari dengan sudah perspektif yang berbeda, dan ditolak juga dengan alasan similar image. Oleh karena hal ini aku mengambil kesimpulan kalau di adobe stock ga bisa re-submit kaya shutterstock.


Kemudian biasanya pertanyaan selanjutnya adalah apakah foto yang sudah diapprove di shutterstock boleh diupload lagi ke adobe stock? jawabannya boleh, karena tidak ada eksklusifitas di dua web tersebut. Tapi dari pengalaman aku, biasanya foto yang diapprove di Shutterstock belum tentu diterima di Adobe Stock, begitu juga sebaliknya, karena dua agensi tersebut mempunyai kriteria yang berbeda walaupun standarnya sama-sama high quality.


Lalu perbedaannya lagi adalah di adobe stock jika foto kita ditolak terkait technical issue, maka hasil reviewnya adalah rejected because technical issue. Tidak dijelaskan secara spesifik apakah masalahnya di noise atau focus atau alasan lainnya, sedangkan di shutterstock hal ini disebutkan secara spesifik. Jika kita ingin mengetahui alasan teknisnya secara spesifik kita bisa mengajukan ke forum adobe stock yang akan direview oleh adobe expert.


Untuk adobe stock sendiri kita bisa upload via aplikasi di smartphone, mobile web, atau desktop. Sama seperti shutterstock, aku lebih suka mengupload via web desktop karena biasanya sebelum diupload diedit dulu.


3. Dreamstime


Dreamstime merupakah salah satu agensi microstock yang menurutku yang standarnya paling mudah dibanding Shutterstock dan Adobe Stock. Kriteria foto yang bisa diupload bisa dilihat di gambar di bawah ini:


Untuk menguploadnya sendiri bisa menggunakan aplikasi untuk smartphone dan desktop web. Karena kriterianya tidak sesulit adobe stock dan shutterstock, dan sudah terbiasa dengan standar keduanya, biasanya aku upload via aplikasi yang di smartphone, karena prosesnya lebih mudah dan cepat. Terkadang kalau upload via desktop web prosesnya lebih lama, gatau kenapa. Kemudian di dreamstimes ini mereka menawarkan untuk eksklusifitas yang bisa dilihat jika mengupload via web, dimana foto tersebut hanya diupload di dreamstime dan tidak di tempat lain. Hal ini terkait dengan royalti jika foto tersebut berhasil terjual. Karena hal tersebut jadinya aku uploadnya sekalian di web desktop juga.

Untuk proses di Dreamstime sendiri sebagai berikut:
1. Registrasi via app atau via web di https://www.dreamstime.com/#res40516768
2. Isi data diri dan form tax
3. Upload foto yang diinginkan
4. Tunggu proses review, biasanya 12 - 24 jam saat ini.
5. Foto yang diterima akan masuk ke dashboard online dan yang ditolak masuk ke rejected.

Oh iya, untuk ketiganya penerimaan pembayaran menggunakan paypal atau payoneer atau skrill, jadi harus dipastikan sudah mempunyai salah satu dari 3 tersebut ya dan sudah verifikasi.

Nah. Karena masih baru dan baru aja menjadi kontributor untuk ketiga agensi tersebut, foto yang aku submit saat ini masih sedikit dan belum ada yang terjual. Tapi gapapa, berdasarkan hasil googling dan nonton youtube, semakin sering kita upload, SEO nya pun semakin tinggi. Jadi rajin-rajin aja upload .. 


Semangaaat!!






View Post